Sekolah Berbasis Pesantren

Pendidikanmerupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses belajar  yang mengantarkan peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pendidikan juga dimaknai sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Proses pendidikan, meniscayakan setiap peserta didik untuk mengembangkan potensi melalui proses interaksi dengan lingkungan pendidikan, pendidik, teman sebaya, dan sumber belajar lainnya. Proses pendidikan ini akan memungkinkan peserta didik menghayati pengalaman belajar untuk mewujudkan empat pilar pendidikan, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk mampu berbuat (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar untuk hidup bersama (learning to live together).

Dalam proses tersebut diperlukan sebuah lembaga pendidikan yang komprehensif dan mampu mengintegrasikan antara pengembangan potensi peserta didik dengan pengembangan kecerdasan spiritual keagamaan, keterampilan, dan kecerdasan moralitas dalam rangka pencapaian sumberdaya manusia Indonesia yang handal, yang memiliki integritas inteligent quotient (IQ), spiritual quotient (SQ) dan emotional quotient (EQ) serta berwatak plural dan multikultural, menghargai hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju terbentuknya masyarakat yang madani (beradab) dengan ciri penghargaan terhadap hak asasi manusia, persatuan dan kesatuan  dalam kebinekaan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, dan kesetaraan gender.

Dalam konteks perlunya pencapaian integritas inteligensi peserta didik atau penguasaan kemampuan majemuk (multiple intelligence) dalam proses pendidikan, maka model sekolah berbasis pesantren menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan. Secara umum, pesantren dan sekolah merupakan dua institusi yang masing-masing memiliki keunggulan. Jika pada pesantren terdapat keunggulan pada (1) aspek moralitas dan pembinaan kepribadian; (2) adanya kultur kemandirian dan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar secara langsung; (3) penguasaan literatur-literatur klasik yang sarat dengan pesan moral dan peradaban; dan (4) kharisma kiai sebagai manajer dan top leader lembaga pesantren, maka di sekolah terdapat keunggulan pada (1) kurikulum yang terstandar, dinamis dan fleksibel; (2) tenaga pendidik yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan; (3) materi pendidikan yang disusun secara sistematis; (4) strategi dan model pembelajaran yang variatif dengan berorientasi pada efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran; (5) ketersediaan sarana pendukung pendidikan, serta (6) sistem pengelolaan (management) sekolah yang relatif lebih “profesional”.

Keunggulan pada masing-masing lembaga pendidikan tersebut akan semakin excelent, ketika sistem keduanya diintegrasikan ke dalam satu model lembaga pendidikan yang terpadu atau dikenal dengan model sekolah berbasis pesantren. Integrasi ini akan menjadi instrumen bagi peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia, sehingga menjadi sumberdaya yang kompetitif dan komparatif di tengah persaingan global.

Atas dasar pemikiran di atas, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Departemen Agama berupaya mengembangkan dan melaksanakan “Program Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren (SMP Berbasis Pesantren)” sebagai sebuah ikhtiar dalam konteks mengintegrasikan keunggulan kedua sistem pendidikan, mengembangkan dan meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia, sehingga menjadi manusia yang handal, memiliki integritas dan inteligensi yang tinggi,serta berwatak plural dan multikultural.

Secara umum, pengembangan program Sekolah Berbasis Pesantren ini bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang dikembangkan di sekolah dengan keunggulan ”sistem” pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. Secara rinci, tujuan pelaksanaan pengembangan Sekolah Berbasis Pesantren ini adalah:

  1. Melaksanakan model pengembangan pendidikan yang integratif dan komprehensif dalam rangka peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia;
  2. Mengembangkan model pendidikan yang berorientasi pada keunggulan komparatif (comparative advantages) dan keunggulan kompetitif (competitive advantages) dalam menghadapi persaingan global;
  3. Meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang memiliki kecerdasan majemuk;
  4. Mengembangkan model pendidikan keterampilan kecakapan hidup (life skills) yang disesuaikan dengan kearifan lokal (local wisdom) dan keunggulan lokal (local advantages); dan
  5. Mengembangkan model pendidikan yang berwatak plural dan multikultural, kesetaraan gender dan demokratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: